Tancap Gas! JICT Awali 2026 Lewat Layanan Logistik Nasional Tanpa Jeda

By Ganet Dirgantoro Location: 2 min read19 views

Di saat kembang api menghiasi langit ibu kota menyambut tahun 2026, denyut nadi perekonomian di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berdetak kencang. PT Jakarta International Container Terminal (JICT) secara resmi menandai pergantian tahun dengan aksi nyata: memastikan arus logistik nasional tidak berhenti sedetik pun.

Melalui seremoni simbolis bertajuk “Kontainer Terakhir Diangkat Tahun 2025” dan “Kontainer Pertama Dimuat Tahun 2026”, JICT menegaskan janjinya sebagai gerbang utama ekonomi Indonesia yang beroperasi 24/7 tanpa henti.

Pengangkatan kontainer terakhir dilakukan tepat menjelang tengah malam 31 Desember 2025. Hanya berselang beberapa menit setelah kalender berangkat ke 1 Januari 2026, JICT langsung mengoperasikan fasilitasnya untuk memuat kontainer pertama di tahun yang baru.

Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono dalam keterangannya, Selasa, menyatakan bahwa tradisi ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan global.

“Pergantian tahun di terminal petikemas bukan berarti operasional terhenti. Justru ini adalah penegasan bahwa JICT siap bekerja sejak detik pertama tahun baru. Kami menjaga rantai logistik tetap berjalan demi stabilitas ekonomi nasional,” tegas Budi.

Modernisasi

Tidak hanya sekedar menjaga ritme kerja, JICT juga mengumumkan langkah-langkah besar untuk memperkuat infrastruktur di tahun 2026. Menghadapi tantangan logistik global yang kian kompleks, JICT bersiap melakukan peremajaan alat dengan teknologi ramah lingkungan (eco-friendly).

Beberapa amunisi baru yang akan datangkan JICT tahun ini antara lain: e-QC (Electric Quay Crane), e-RTGC (Electric Rubber Tyred Gantry Crane), dan e-Terminal Truck.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi karbon di area pelabuhan, sejalan dengan standar industri internasional.

Keberhasilan JICT menjaga kelancaran arus barang tak lepas dari kerja keras “pasukan” di lapangan.

Budi menekankan bahwa setiap pergerakan kontainer adalah buah kolaborasi antara operator lapangan, perencana operasi, hingga tim pendukung yang bekerja dalam standar keselamatan tinggi.

“Dengan kesiapan SDM, peralatan, dan sistem yang andal, kami optimis JICT akan melangkah lebih jauh pada tahun 2026 dan tetap menjadi pilar utama kelancaran logistik Indonesia,” tutup Budi.