Praktisi ketenagakerjaan ingatkan pentingnya solidaritas SP BUMN

By Ganet Dirgantoro2 min read62 views

Praktisi ketenagakerjaan, Djusman Umar mengingatkan pentingnya solidaritas pekerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara untuk memperkuat posisi tawar.

“Bayangkan sebuah tim sepak bola yang turun ke lapangan tanpa koordinasi. Setiap pemain sibuk sendiri, tidak peduli strategi, dan hanya berharap menang tanpa usaha bersama,” kata Djusman di Jakarta, Sabtu.

Djusman yang selama 29 tahun juga aktif sebagai karyawan salah satu BUMN menyebut penting bagi serikat pekerja mempertahankan keselarasan dan rasa persatuan bagi anggotanya.

Dia mengungkapkan fenomena apatisme partisan kini menjadi tantangan serius bagi banyak perusahaan, termasuk BUMN. Banyak karyawan yang merasa cukup dengan gaji dan tunjangan yang diterima, tanpa menyadari bahwa semua itu adalah hasil perjuangan kolektif yang diperjuangkan serikat selama bertahun-tahun.

Padahal, keselarasan antar anggota adalah modal dasar yang tak tergantikan. Dengan visi dan tujuan yang sama, serikat dapat bergerak efektif, fokus, dan mampu menghadapi tantangan dari luar. Sebaliknya, jika anggota terpecah atau pasif, perjuangan menjadi tersendat dan mudah dipatahkan.

Di lingkungan BUMN, kompleksitas hubungan industri lebih tinggi dibandingkan sektor swasta. Struktur organisasi yang besar, tuntutan korporasi sasaran, dan kebijakan strategi pemerintah membuat posisi pekerja sering kali berada di persimpangan kepentingan. Di sini solidaritas menjadi benteng, menjaga agar kebijakan tidak merugikan hak dan kesejahteraan karyawan, jelas dia.

Persatuan, menurut Djusman, bukan sekedar berdiri bersama dalam aksi atau menandatangani perjanjian kerja bersama. Lebih dari itu, persatuan adalah kesadaran bahwa hak satu pekerja terkait dengan hak semua pekerja. Jika kita memilih masa bodoh, sedikit demi sedikit hak yang ada akan terkikis, dan mengembalikannya akan jauh lebih sulit.

Membangun kembali keselarasan dan persatuan memerlukan komitmen bersama, komunikasi yang terbuka, dan rasa saling percaya.

“Jika ini terwujud, persatuan pekerja akan menjadi kekuatan yang disegani, dan pekerja akan menikmati hasilnya dalam bentuk perlindungan yang kuat, kesejahteraan yang terjaga, dan masa depan kerja yang aman,” ucap dia.