Menarini Indonesia meraih Brand Choice Awards 2025 untuk dua produk komersial

Menarini Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang biofarmasi asal Italia berhasil meraih Brand Choice Award yang diselenggarakan Infobrand atas keberhasilannya membangun kesadaran merek atas dua produk obat gosok hirup dan krim penghilang luka.
“Terimakasih atas kepercayaan yang sudah diberikan. Kami memiliki jejak kuat di kawasan Asia Pasifik dengan kehadiran di 13 pasar layanan kesehatan utama, didukung lebih dari 3.000 tenaga profesional di bidang penjualan, pemasaran, dan pendukung,” kata Menarini Consumer Health Director, Lydia Tjahaja dalam keterangan tertulis, Jumat.
Lydia mengatakan perusahaan hadir dengan kapabilitas di bidang riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, serta infrastruktur yang mencakup rantai komersial hingga produksi produk lokal melalui fasilitas PT Menarini Indria Laboratories, untuk memastikan setiap produk berstandar Eropa, dibuat di Indonesia, serta aman, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Lydia juga menyampaikan kedua produk yang meraih penghargaan ini menyasar para konsumen Indonesia, terutama para ibu muda yang aktif mencari produk terbaik untuk anak-anak mereka maupun diri mereka sendiri.
Lebih lanjut Lydia menjelaskan produknya memiliki keunggulan aman dipakai anak sejak bayi baru lahir (0 bulan) dengan kandungan chamomile concentrate dan eucalyptus yang membantu meringankan hidung tersumbat sehingga bayi bisa tidur nyenyak.
Sedangkan untuk krim penghilang luka, dilengkapi dengan silikon dan vitamin yang merupakan gold standard global untuk perawatan bekas luka karena terbukti secara klinis mampu memudarkan bekas luka hingga 80 persen.
Kesuksesan kedua produk hingga berhasil menempati di benak konsumen berkat kampanye digital terintegrasi di kanal dan platform yang tepat. Kolaborasi dengan pemuka kunci (key opinion leader) dan dan pemengaruh (influencer) menjadi salah satu faktor keberhasilan untuk membangun kepercayaan.
“Selain membangun awareness, kami juga fokus menciptakan kepercayaan dan loyalitas dengan cara membangun komunitas (community) dan kanal offline yang kuat, dan ketersediaan produk yang luas di berbagai saluran distribusi,” jelas Lydia.
Dia juga mengungkapkan lewat interaksi dengan konsumen dapat terbangun fondasi utama dengan prinsip “listen deeply” — mendengarkan secara mendalam kebutuhan, pertanyaan, maupun keluhan konsumen. Insight yang diperoleh kemudian diwujudkan menjadi inovasi produk yang relevan, aman, dan bermanfaat.
“Di tengah perubahan perilaku pembelian dan tantangan penurunan permintaan, perusahaan percaya bahwa konsumen tetap membutuhkan produk kesehatan berkualitas. Dengan menjaga kepercayaan dan menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau,” ujar dia.


