Medix pakai AI untuk ringankan biaya dan tingkatkan layanan medis

Medix, perusahaan manajemen kesehatan menghadirkan kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi atas data yang memperlihatkan inflasi medis di Indonesia menembus angka 19,8% pada 2025, jauh melampaui rata-rata Asia yang membuat perusahaan asuransi i terpaksa menyesuaikan premi hingga naik 100 persen.
Menanggapi krisis ini, Medix Global hadir dengan solusi berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk merombak total cara masyarakat Indonesia berobat.
“Kita perlu beralih dari sekadar mengejar tren inflasi biaya medis, menuju pemberian sarana bagi masyarakat untuk mengelola kesehatannya secara personal dan transparan,” ujar Jonathan Sternberg, Chief Business Officer Medix Global dalam diskusi dengan media di Jakarta, Rabu.
Diskusi bertajuk “Perspektif Medix Tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan” memperlihatkan tingginya biaya kesehatan di Indonesia dipicu oleh berbagai tantangan sistemik diantaranya terbatasnya jumlah tenaga kesehatan (nakes), data medis yang tidak seragam memicu biaya tak terduga.
Di sisi lain banyak warga memilih berobat ke luar negeri karena kurangnya kepercayaan pada sistem lokal.
Medix tidak hanya membawa teknologi, tapi juga meluncurkan aplikasi khusus dalam Bahasa Indonesia yang menggabungkan kecanggihan AI dengan sentuhan manusia.
Navigasi perawatan dengan menghubungkan pasien dengan ahli medis global untuk memastikan diagnosis akurat.
Clinical Decision Support, AI bertindak sebagai “lapisan pengaman” bagi dokter untuk mengurangi kesalahan diagnosis atau rekomendasi obat.
Analisis Metadata: Dari radiologi hingga data genetik, AI Medix memvalidasi setiap opini medis agar pasien mendapatkan hasil terbaik.
“AI bukan menggantikan tim medis, melainkan memberdayakan mereka untuk mengungkap hasil terbaik bagi pasien,” tegas Sigal Atzmon, Founder dan CEO Medix Global.
Biaya terpangkas
Bukan sekadar janji, kehadiran Medix di Indonesia sejak 2019 telah mencatatkan angka statistik yang impresif. Sebanyak 20,3% anggota terhindar dari biaya medis dan tindakan besar yang sebenarnya tidak perlu.
Kemudian 51% anggota mendapatkan rencana perawatan yang lebih akurat dan personal. 37% kasus penyakit kronis berhasil mencapai penyembuhan total atau perbaikan signifikan dalam 6 bulan. Serta 54,1% kasus berhasil menghindari skrining atau tes yang tidak diperlukan.
Langkah Medix sejalan dengan kebijakan baru OJK yang mewajibkan perusahaan asuransi memiliki dewan penasihat kesehatan dan menerapkan sistem co-pay. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dan terawasi.
Medix berkomitmen untuk memperkuat layanan kesehatan lokal, sehingga pasien Indonesia tidak perlu lagi terbang ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan kelas dunia.


