Bye-bye Impor! Krakatau Steel Garap Jalur Gas 541 KM Dumai–Sei Mangkei Pakai Baja Lokal

By Ganet Dirgantoro Location: 2 min read4 views

CILEGON – Kabar gembira bagi kemandirian energi Indonesia! PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) resmi memulai pengiriman perdana pipa baja raksasa untuk megaproyek Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Proyek Strategis Nasional (PSN) ini digadang-gadang akan menjadi “urat nadi” baru yang menyambungkan sumber energi dari Sumatra hingga ke Jawa.

Dalam seremoni pelepasan di Cilegon, Kamis (19/02), Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memberikan jempol atas gerak cepat Krakatau Steel Group. Pasalnya, proyek ini berjalan sangat meyakinkan sesuai jadwal.

Jalur pipa gas ini bukan sekadar saluran biasa. Berikut adalah fakta menarik di balik keterlibatan Krakatau Steel dalam proyek Dusem:

Jalur Sepanjang 541 KM: Akan menyatukan jaringan transmisi gas bumi dari Duri hingga Belawan, menyambung hingga ke pulau Jawa.

83.000 Ton Baja Lokal: Konsorsium Krakatau Steel memasok puluhan ribu ton pipa jenis Electric Resistance Welding (ERW) dan Helical Submerged Arc Welding (HSAW).

Kualitas Dunia: Menggunakan spesifikasi internasional API 5L X52 PSL 2 yang super kuat dan tahan tekanan ekstrem untuk menjamin keamanan jangka panjang.

TKDN Tinggi (60%): Hampir seluruh material menggunakan komponen dalam negeri. Ini adalah langkah konkret menghemat devisa negara dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Dukung Visi Asta Cita Presiden Prabowo

Langkah berani Krakatau Steel ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kedaulatan energi dan hilirisasi industri. Dengan menggunakan pipa produksi dalam negeri, Indonesia membuktikan bahwa industri lokal mampu menggarap proyek infrastruktur skala global.

“Krakatau Steel Group berkomitmen untuk terus mendukung agenda Pemerintah dalam menyediakan layanan terbaik untuk membangun ketahanan energi,” ujar Hernowo, Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Proyek yang ditargetkan selesai pada 2027 ini nantinya akan mengalirkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman menuju Jawa. Artinya, distribusi energi akan lebih efisien, lebih murah, dan mendukung transisi menuju energi hijau yang lebih ramah lingkungan.

Rencananya, proses pengelasan pertama (first welding) akan dilakukan pada pertengahan Maret mendatang. Jika jalur 541 km ini selesai, maka total sumbangsih Krakatau Steel dalam membangun pipa energi nasional mencapai hampir 900 kilometer!

Sebagai “motor” di balik pengiriman ini, PT Krakatau Pipe Industries memiliki kapasitas produksi hingga 220.000 ton pipa baja per tahun. Tak hanya itu, mereka punya fasilitas pelapisan anti-korosi tercanggih yang bisa melayani kebutuhan pipa bawah tanah hingga laut dalam (offshore).