Luar biasa! Dalam 9 hari, Bank Jakarta salurkan dana pemerintah ke nadi ekonomi daerah

Bank Jakarta membuat gebrakan dengan menyalurkan penempatan dana pemerintah senilai Rp1 triliun secara cepat hanya sembilan hari dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Kepercayaan yang diberikan pemerintah mellaui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diwujudkan dengan penyaluran 100 persen dalam waktu kurang dari dua minggu. Ini Menjadi bukti nyata keseriusan BPD (Bank Pembangunan Daerah) miliki Pemprov DKI Jakarta menggerakkan sektor produktif.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyebut bahwa dana fresh tersebut disalurkan secara tuntas dan tepat waktu hanya dalam kurun waktu 12-21 November 2025.
“Kepercayaan luar biasa dari Kemenkeu ini kami jawab dengan aksi nyata dan kecepatan. Rp1 Triliun tersebut telah disuntikkan 100% ke sektor-sektor yang menjadi urat nadi perekonomian daerah,” tegas Agus dalam keterangannya, Selasa.
Fokus ke ‘Motor Penggerak’: UMKM dan Sektor Multiplier Effect Tinggi
Penyaluran dana triliunan ini bukan sembarangan. Bank Jakarta memprioritaskan penyaluran kepada sektor-sektor produktif yang dikenal memiliki efek berantai (multiplier effect) tinggi. Yang utama? Tentu saja, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama ini menjadi penopang utama daya tahan ekonomi.
Agus menambahkan, laporan realisasi tuntas ini telah diserahkan secara resmi kepada Kemenkeu, menunjukkan akuntabilitas yang tinggi.
Meski sudah menuntaskan penyaluran dana pemerintah, Bank Jakarta tidak lantas berdiam diri. Setelah ini, ekspansi kredit dan pembiayaan akan dilanjutkan menggunakan likuiditas internal bank yang dihimpun secara sehat.
Lebih lanjut, Bank Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menerima penempatan dana dalam skala yang jauh lebih besar lagi!
“Kami sudah menyiapkan pipeline pembiayaan yang kuat, terukur, dan sangat hati-hati (prudent). Ini adalah cerminan kesiapan Bank Jakarta untuk mengemban mandat pemerintah secara optimal dan bertanggung jawab,” ungkap Agus.
Kesiapan ini didukung oleh profil kesehatan Bank Jakarta yang terbukti kuat dan berdaya tahan, dengan tingkat kesehatan masuk kategori sehat berdasarkan penilaian OJK pada semester I tahun 2025.
“Kami menyambut baik setiap peluang untuk kembali menjadi partner kebijakan fiskal pemerintah. Dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada sektor produktif, kami pastikan setiap dana memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi daerah,” tutup Agus, sembari menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh regulator.


