Siap-siap! AI gantikan tim marketing dan customer service di perusahaan

By Ganet Dirgantoro Location: 2 min read49 views

Sebuah revolusi besar dalam dunia pemasaran dan layanan pelanggan baru saja diperkenalkan! Cekat.AI, perusahaan layanan pelanggan berbasis Artificial Intelligence (AI), meluncurkan inovasi terbarunya yang diprediksi akan mengubah total cara perusahaan dan UMKM berjualan.

Inovasi ini tidak main-main. Menurut Matthew Sebastian, Founder dan CEO Cekat.AI, teknologi ini bukan hanya sekadar chatbot biasa.

“Lewat AI kita bisa menggantikan tim yang  selama ini berada di frontline seperti customer service dan tenaga pemasar. Bahkan bisa langsung memproses hingga closing (menuntaskan penjualan),” ungkap Matthew di Jakarta, Rabu.

Kehadiran AI Cekat.AI ini disebut-sebut sebagai solusi paling efisien untuk bisnis. Matthew menambahkan, AI ini mampu mengefisienkan struktur organisasi secara signifikan, yang artinya perusahaan bisa memangkas biaya operasional besar-besaran dan fokus pada keuntungan inti.

Hebatnya, AI bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Komunikasi Lintas Batas: Mampu berinteraksi dengan pelanggan, menanyakan detail produk (ukuran, warna, model), dan cek stok ketersediaan.

  • Follow-up Otomatis: Sistem akan secara cerdas mengingatkan dan menindaklanjuti konsumen yang pernah berinteraksi, memastikan tidak ada potensi sales yang lolos.

  • Konsultasi Bisnis Real-Time: Menyediakan data jumlah pelanggan, ketersediaan stok, hingga progres penjualan secara instan kepada pemilik usaha.

UMKM dan Korporasi siapa yang paling untung?

Sektor yang paling diuntungkan dari kehadiran AI layanan pelanggan ini adalah Korporasi dan, kabar baiknya, Pengusaha Online (UMKM) yang selama ini kewalahan melayani pelanggan.

Matthew meyakini, UMKM yang merupakan mayoritas pelaku usaha online dapat segera mengadopsi teknologi ini. Bahkan, untuk UMKM, implementasi penuh bisa berjalan kurang dari dua minggu! Korporasi juga disiapkan program uji coba (trial) dan pendampingan agar transisi berjalan mulus.

Menjawab pertanyaan yang paling krusial, Matthew membenarkan bahwa perubahan struktur organisasi di frontline pasti akan terjadi di masa depan. AI akan mengambil alih tugas-tugas berulang.

Namun, ia menekankan bahwa ini adalah tantangan bagi pekerja frontline untuk segera meng-upgrade skill mereka di bidang teknologi informasi.

“AI ini tetap membutuhkan input data dan panduan untuk meningkatkan kemampuannya. Pekerja harus naik level menjadi pengelola teknologi, bukan lagi sekadar pelaksana,” tutup Matthew.