Ternyata ini jurus Bank Jakarta hingga asetnya sentuh Rp90 triliun

By Ganet Dirgantoro Location: 2 min read31 views

Di tengah persaingan ketat, Bank Jakarta tampil memukau dengan pengumuman kinerja Triwulan III 2025. Pertanyaan besar muncul: Apa jurus rahasia BPD ini hingga mampu menumbuhkan aset dua digit dan mencetak laba di atas setengah triliun rupiah? Jawabannya ada ketersediaan dana murah dari rasio Current Account Savings Account (CASA) dan dukungan UMKM.

Bank Jakarta memiliki fondasi yang kuat yakni pertumbuhan dana murah (CASA) yang melesat Hampir 60 persen. Ini adalah bukti keberhasilan Bank Jakarta dalam memperkuat struktur pendanaan. Hasilnya, beban bunga bisa ditekan 7,77 persen, menciptakan ruang efisiensi besar untuk ekspansi.

Mesin pertumbuhan yakni kredit UMKM naik 16,14 persen. Bank Jakarta aktif mendukung pelaku usaha daerah, terbukti dari penyaluran kredit UMKM yang mencapai Rp6,62 Triliun.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan komitmen, “Kami terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh ekosistem ekonomi kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sedangkan dari kinerja pembiayaan, penyaluran kredit tumbuh solid, terutama pada segmen UMKM yang meningkat 16,14 persen (YoY) menjadi Rp6,62 triliun dari Rp5,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan peran aktif Bank Jakarta dalam mendukung produktivitas ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang inklusif dan berdampak luas.

Bank Jakarta terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, terutama UMKM di berbagai sektor produktif, melalui pengembangan produk kredit yang lebih fleksibel dalam tenor, suku bunga, dan skema pembayaran sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan & Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana, menyebutkan perseroan secara konsisten menjalankan strategi penguatan fundamental melalui pengelolaan risiko yang prudent, transformasi proses bisnis, dan optimalisasi teknologi digital untuk mendukung akselerasi bisnis yang sehat dan berdaya saing.

Dari sisi efisiensi, Bank Jakarta terus menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan biaya bunga secara optimal, antara lain melalui peningkatan porsi CASA dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi. Langkah ini berhasil menurunkan beban bunga sebesar 7,77 persen hingga September 2025.

Selain itu, pengelolaan operasional expenditure (OPEX) juga terus dioptimalkan melalui efisiensi proses bisnis, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan penyelarasan struktur biaya dengan prioritas strategis perusahaan. Upaya ini memperkuat efektivitas operasional sekaligus menjaga ruang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan capaian tersebut, hingga triwulan III 2025 Bank Jakarta membukukan laba bersih sebesar Rp520,81 miliar, tumbuh 1,46 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp513,23 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 6,35 persen (YoY) dari Rp2,03 triliun menjadi Rp2,16 triliun pada triwulan III 2025.