Dengkuran mengganggu, RS Mandaya Royal Puri punya solusi minim invasif

By Ganet Dirgantoro Location: , 3 min read64 views

Dalam berbagai kasus dengkuran (ngorok) dianggap menganggu bahkan terkadang menganggu pasangan bagi yang sudah berumah tangga, namun jangan khawatir Rumah Sakit Mandaya Royal Puri mempunyai solusi minim invasif menggunakan teknologi terkini.

RS Mandaya Royal Puri bahkan membangun Pusat Terpadu Penanganan Sinus dan Dengkuran pada Sabtu (4/10), sebuah langkah besar dalam menghadirkan layanan medis THT modern dan minimal invasif di Indonesia.

Menurut Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Sabtu, hadirnya teknologi-teknologi ini adalah bukti komitmen Mandaya dalam memberikan solusi modern yang aman dan nyaman.

“Pasien kini tidak perlu lagi takut operasi besar. Teknologi minimal invasif seperti QMR, balloon sinuplasty, dan plasma coblation membuat tindakan medis lebih presisi, minim perdarahan, dan tidak merusak jaringan sehat. Pemulihan lebih cepat, nyeri berkurang, dan hasilnya lebih efektif untuk kualitas hidup pasien,” kata Erwin.

Melalui pusat ini, Mandaya menawarkan solusi inovatif bagi pasien dengan berbagai gangguan THT, mulai dari sinusitis kronis, radang amandel, hingga Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang sering ditandai dengan gejala mendengkur.

Peluncuran pusat ini merupakan hasil kerja sama strategis antara RS Mandaya Royal Puri dengan Ultrastructural Biophysics Research Institute (UBRI), yaitu lembaga riset medis yang berbasis di Italia. Institusi medis ini telah mengembangkan berbagai macam teknologi medis mutakhir.

Acara peresmiannya dihadiri oleh para dokter spesialis THT RS Mandaya Royal Puri seperti dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-BKL, MPH, dr. Dewi Lizanty, M.Kes, Sp.THT-BKL, dan Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS, serta dokter spesialis saraf ahli gangguan tidur, dr. Dinda Larastika Riyanto, Sp.N, RPSGT.

Kehadiran Prof. Lino Di Rienzo Businco selaku pendiri sekaligus pemimpin Centro Businco Italia semakin menambah keistimewaan acara ini. Centra Businco adalah pusat THT terkemuka di Italia yang telah menangani lebih dari 9.000 pasien, termasuk tokoh-tokoh terkemuka seperti Francesco Totti dan Andrea Bocelli.

Prosedur singkat

Salah satu teknologi utama di pusat ini adalah balloon sinuplasty, prosedur revolusioner yang bekerja dengan memasukkan balon kecil ke dalam hidung untuk membuka saluran sinus yang tersumbat tanpa memerlukan operasi besar. Dibandingkan metode konvensional, teknik ini menawarkan risiko perdarahan lebih rendah, rasa sakit yang minimal, serta pemulihan yang lebih cepat. Prosedurnya singkat, hanya sekitar 15–20 menit, tanpa sayatan besar, dan pasien bahkan dapat langsung pulang setelah tindakan.

Selain itu, pusat ini juga menghadirkan Quantum Molecular Resonance (QMR), teknologi berbasis gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk mengatasi Obstructive Sleep Apnea. QMR bekerja dengan cara mengecilkan jaringan berlebih yang menyumbat saluran napas secara presisi tanpa merusak jaringan sehat.

Prosesnya cepat, minim rasa sakit, dan hasilnya nyata, sehingga pasien dapat kembali bernapas lega dan tidur dengan lebih nyaman.

Untuk pasien dengan masalah radang amandel, tersedia teknologi plasma coblation, yang memanfaatkan energi plasma bersuhu rendah untuk mengurangi jaringan bermasalah tanpa merusak jaringan sehat. Dengan metode ini, dokter dapat melakukan tonsilotomi, yaitu mengangkat hanya bagian amandel yang bermasalah sehingga fungsi alami amandel sebagai sistem imun tetap terjaga.

Keunggulannya meliputi perdarahan yang minimal, rasa sakit lebih ringan, masa pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan operasi konvensional, dan bahkan pasien bisa langsung makan 3 jam pasca tindakan.

Lebih jauh dr. Abdillah yang belajar bersama tim Centro Businco Italia dan dibimbing langsung oleh Prof. Lino Di Rienzo Businco menjelaskan pasien kini tidak perlu lagi bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan THT berstandar internasional. Semua tersedia di RS Mandaya Royal Puri dengan fasilitas modern, teknologi mutakhir, dan dokter-dokter yang kompeten.

Erwin Suyanto menambahkan, filosofi Mandaya tidak hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga soal kenyamanan pasien.

“Kami ingin setiap pasien terbebas dari rasa takut terhadap operasi besar. Dengan teknologi minimal invasif seperti QMR, balloon sinuplasty, dan plasma coblation, prosedur dapat dilakukan dengan perdarahan yang jauh lebih sedikit, risiko jaringan sehat rusak sangat minimal, serta nyeri pasca tindakan yang lebih ringan. Pasien bisa pulih lebih cepat dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Dengan peresmian Pusat Terpadu Penanganan Sinus dan Dengkuran ini, RS Mandaya Royal Puri menegaskan posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional di bidang THT dan gangguan tidur. Perpaduan antara teknologi minimal invasif, dokter bersertifikasi internasional, serta fasilitas kelas dunia menghadirkan harapan baru bagi pasien Indonesia untuk memperoleh layanan kesehatan modern tanpa harus meninggalkan Tanah Air.