United Tractors Gelar Simulasi Bencana Serentak Bagi 2.020 Karyawan

PT United Tractors Tbk (UT) menggelar Simulasi Kesiapsiagaan Serentak 2026 guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan dan keamanan di lingkungan kerja. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen korporasi dalam membangun ketahanan operasional yang berkelanjutan.
Agenda perdana yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah operasional perusahaan tersebut diikuti oleh 2.020 peserta yang terdiri dari karyawan Grup UT di 31 cabang dan site (lokasi kerja).
Corporate Communication and Sustainability Division Head UT, Dianwahyu Sri Purnomo, menyampaikan bahwa kecepatan dan ketepatan respons merupakan faktor krusial saat menghadapi situasi darurat demi meminimalkan dampak buruk bencana.
“Dengan adanya simulasi ini, diharapkan setiap individu memiliki kemampuan respons yang cepat dan terarah dalam menghadapi keadaan darurat. Kecepatan dan ketepatan respons menjadi hal yang sangat penting saat menghadapi bencana, sehingga setiap individu dapat tetap tenang, tidak panik, dan mampu berpikir jernih dalam melakukan langkah antisipasi,” ujar Dianwahyu dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (20/5).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan otoritas kebencanaan nasional, di antaranya Plt Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo, serta Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Moh. Barokna Haulah.
Rangkaian simulasi diawali dengan pengarahan secara daring melalui Zoom Meeting (pertemuan Zoom). Selanjutnya, pelaksanaan simulasi fisik dilakukan secara luring di masing-masing instalasi cabang dan lokasi operasional. Untuk memastikan koordinasi berjalan optimal, seluruh proses dipantau secara langsung melalui live record (rekaman langsung) oleh penanggung jawab di setiap lokasi.
Melalui program ini, manajemen UT berharap dapat mendongkrak pemahaman, kewaspadaan, sekaligus kemampuan teknis seluruh karyawan dalam mitigasi potensi bencana alam maupun non-alam, sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan tangguh.

