Jangan Tunggu Stadium 4! YKI Ingatkan 90% Pemicu Kanker Bukan Faktor Keturunan

By Ganet Dirgantoro Location: 2 min read19 views

JAKARTA – Selama ini banyak orang merasa “aman” dari ancaman kanker karena tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarga. Namun, fakta medis terbaru berkata lain. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, mengungkapkan bahwa hanya 10 persen kasus kanker yang berasal dari faktor keturunan.

“Sisanya, sebanyak 90 persen, dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat,” tegas Dr. Aru usai menerima donasi program tanggung jawab sosial (CSR) dari Kapas Selection di Jakarta, Kamis (5/2).

Dr. Aru menekankan bahwa cara paling efektif melawan kanker bukanlah di ruang operasi, melainkan melalui penyebaran informasi. Menurutnya, satu aksi edukasi memiliki dampak yang jauh lebih masif dibandingkan pengobatan personal.

“Lewat edukasi, kita bisa menyelamatkan lebih banyak orang dibandingkan harus terjun langsung membantu pengobatan. Ibaratnya, dibandingkan dengan pengobatan satu orang, sebenarnya kita bisa menyelamatkan seratus orang,” jelas Dr. Aru.

Salah satu masalah terbesar di Indonesia adalah tingginya angka pasien yang baru memeriksakan diri saat sudah mencapai stadium lanjut (stadium empat). Padahal, jika gejala awal terdeteksi lebih cepat, kanker jauh lebih mudah diobati dan penderita memiliki peluang untuk sembuh total.

Keterlambatan ini tidak hanya berisiko pada nyawa, tetapi juga pada stabilitas ekonomi keluarga. Dr. Aru mengingatkan bahwa meski BPJS Kesehatan menanggung pengobatan kanker, beberapa jenis obat untuk stadium lanjut sering kali tidak masuk dalam janggauan tanggungan. Akibatnya, banyak pejuang kanker yang harus menguras seluruh penghasilannya demi bertahan hidup.

Sinergi Korporasi untuk Gaya Hidup Sehat

Menanggapi tren kenaikan angka penderita kanker akibat perubahan gaya hidup, YKI menggandeng Kapas Selection (PT Tarunakusuma Purinusa) untuk memasifkan kampanye pola hidup sehat.

Melalui program CSR bertajuk “Beauty with Purpose: Support Cancer Fighter”, Kapas Selection menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta yang dikumpulkan dari donasi pelanggan setia mereka melalui pembelian di lokapasar (marketplace).

“Kami ingin mengajak para wanita Indonesia tidak hanya fokus pada kecantikan rutin, tapi juga menjadikannya gerakan kemanusiaan untuk mendukung operasional pasien di rumah singgah,” ujar Stefani Tanaka dari Tim CSR Kapas Selection.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, YKI kini lebih fokus pada tiga pilar utama yakni Promotif: Mengajak masyarakat hidup sehat, Preventif: Mendorong deteksi dini sebelum terlambat, dan Suportif: Memberikan dukungan bagi mereka yang sedang berjuang.

Pesan utamanya jelas, kanker bukan sekadar nasib atau faktor genetik, melainkan hasil dari pilihan hidup kita sehari-hari. Jangan tunggu gejala berat muncul, karena mencegah selalu jauh lebih murah dan mudah daripada mengobati.